AHLAN WASAHLAN

Dari Abu Hamzah, Anas bin Malik r.a, khadam kepada Rasulullah SAW, bersabda Nabi SAW : Tiada beriman seseorang kamu, sehinggalah ia mencintai saudaranya sama seperti ia menyintai dirinya sendiri.

Ahlan Wasahlan. Salam taa'rruf min ana. Marilah kita rapatkan ukhwah sesama kita. Semoga peluang yang ada ini kita dapat gunakan untuk berpesan-pesan kearah kebaikan Insyaallah. Hope di blog ni kita dapat berkenal-kenalan antara satu sama lain. Buat kalian yang telah melayari blog ni, syukran jazilan.
   

<< June 2007 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30

Sifat-sifat memilih sahabat. Alqamah berpesan kepada puteranya."Wahai anakku, kiranya engkau merasakan perlu untuk bersahabat maka hendaklah engkau memilih orang yang sifatnya seperti berikut:

1. Jika engkau membuat bakti kepadanya, ia akan melindungimu.

2. Jika engkau rapatkan persahabatan dengannya, ia akan membalas baik persahabatanmu itu.

3. Jika engkau memerlukan pertolongan daripadanya berupa wang dan sebagainya, ia akan membantumu.

4. Jika engkau menghulurkan sesuatu kebaikan kepadannya, ia akan menerima dengan baik.

5. Jika ia melihat sesuatu yang tidak baik darimu, ia akan menutupnya.

6. Jika engkau meminta sesuatu bantuan daripadanya, ia akan mengusahakannya.

7. Jika engkau berdiam diri (kerana malu hendak meminta), ia akan menanya kesusahanmu.

8. Jika datang sesuatu bencana menimpa dirimu, ia akan meringankan kesusahanmu.

9. Jika engkau berkata kepadanya, ia akan membenarkannya.

10. Jika engkau merancang sesuatu, nescaya ia akan membantumu.

11. Jika engkau berdua berselisihan faham, nescaya ia lebih senang mengalah untuk menjaga kepentingan persahabatan.

Kesimpulannya: Jika kamu merasakan cukup perkara diatas pada seseorang kenalan kamu, maka pilihlah ia. Kerana ia merupakan sahabat yang akan membantu menuju jalan hakiki."
Insya ALLAH....


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Monday, June 11, 2007
UkHWaH

Perkara-Perkara Yang Dapat Merosakkan Ukhuwah, Di Antaranya Adalah :

1. Tamak Dan Rakus Terhadap Dunia, Terhadap Apa-Apa Yang Dimiliki Orang Lain.

Rasulullah SAW. Bersabda; " Zuhudlah terhadap dunia, Allah akan mencintai kamu. Zuhudlah terhadap apa yang dimiliki oleh manusia, mereka akan mencintai kamu. " HR Ibnu Majah

Jika kamu tertimpa musibah, mintalah musyawarah kepada saudaramu dan jangan meminta apa yang engkau perlukan. Sebab jika saudara atau temanmu itu memahami keadaanmu, ia akan terketuk hatinya untuk menolongmu, tanpa harus meminta atau menitiskan airmata.

2. Maksiat Dan Meremehkan Ketaatan.

Jika di dalam pergaulan tidak ada nuansa zikir dan ibadah, saling menasihati, mengingatkan dan memberi pelajaran, bererti pergaulan atau ikatan persahabatan itu telah gersang disebabkan oleh kerasnya hati dan perkara ini boleh mengakibatkan terbukanya pintu-pintu kejahatan sehingga masing-masing akan saling menyibukkan diri dengan urusan yang lain. Padahal Rasulullah SAW bersabda; " Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak menzaliminya dan tidak menghinakannya. Demi Zat yang jiwa Muhammad ada di tanganNya, Tidaklah dua orang yang saling mengasihi, kemudian dipisahkan antara keduanya kecuali hanya kerana satu dosa yang dilakukan oleh salah seorang dari keduanya. " HR Ahmad

Ibnu Qayim, dalam kitab "Al-Jawabul Kafi" mengatakan, " Di antara akibat dari perbuatan maksiat adalah rasa gelisah ( takut dan sedih ) yang dirasakan oleh orang yang bermaksiat itu untuk bertemu dengan saudara-saudaranya. "

Orang-orang ahli maksiat dan kemungkaran, pergaulan dan persahabatan mereka tidak dibangun atas dasar ketakwaan melainkan atas dasar kebendaan sehingga akan dengan mudah berubah menjadi permusuhan. Bahkan perkara itu nanti akan menjadi beban di hari kiamat. Allah SWT berfirman; " Pada hari itu sahabat-sahabat karib: Setengahnya akan menjadi musuh kepada setengahnya yang lain, kecuali orang-orang yang persahabatannya berdasarkan takwa ( iman dan amal soleh ). " Q.S Az-Zukhruf : 67

Sedangkan persahabatan kerana Allah, akan terus berlanjutan sampai di syurga; " Dan Kami cabut akan apa yang ada di hati mereka dari perasaan hasad dengki sehingga menjadilah mereka bersaudara ( dalam suasana kasih mesra ), serta mereka duduk berhadap-hadapan di atas pelamin masing-masing. " Q.S Al-Hijr : 47

3. Tidak Menggunakan Adab Yang Baik (Syar'i) Ketika Berbicara.

Ketika berbicara dengan saudara atau kawan, hendaknya seseorang memilih perkataan yang paling baik. Allah berfirman; " Dan katakanlah ( wahai Muhammad ) kepada hamba-hambaKu ( yang beriman ), supaya mereka berkata dengan kata-kata yang amat baik ( kepada orang-orang yang menentang kebenaran ); sesungguhnya Syaitan itu sentiasa menghasut di antara mereka ( yang mukmin dan yang menentang ); sesungguhnya Syaitan itu adalah musuh yang amat nyata bagi manusia. " Q.S Al-Israa? : 53

Dalam sebuah hadith Nabi SAW bersabda; " Kalimah thayibah adalah shadaqah. " HR Bukhari

4. Tidak Memperhatikan Apabila Ada Yang Mengajak Berbicara Dan Memalingkan Muka Darinya.

Seorang ulama salaf berkata, " Ada seseorang yang menyampaikan hadith sedangkan aku sudah mengetahui perkara itu sebelum ia dilahirkan oleh ibunya. Akan tetapi, akhlak yang baik membawaku untuk tetap mendengarkannya hingga ia selesai berbicara. "

5. Banyak Bercanda Dan Bersenda Gurau.

Berapa ramai orang yang putus hubungan satu sama lainnya hanya disebabkan oleh canda dan senda gurau.

6. Banyak Berdebat Dan Berbantah-Bantahan.

Terkadang hubungan persaudaraan terputus kerana terjadinya perdebatan yang sengit yang boleh jadi itu adalah tipuan syaitan. Dengan alasan mempertahankan aqidah dan prinsipnya padahal sesungguhnya adalah mempertahankan dirinya dan kesombongannya. Rasulullah SAW bersabda; " Orang yang paling dibenci di sisi Allah adalah yang keras dan besar permusuhannya. " HR Bukhari dan Muslim

Orang yang banyak permusuhannya adalah yang suka mengutarakan perdebatan, perbalahan dan pendapat.

Tetapi debat dengan cara yang baik untuk menerangkan kebenaran kepada orang yang kurang faham, dan kepada ahli bid`ah, perkara itu tidak bermasalah. Tetapi, jika sudah melampaui batas, maka perkara itu tidak diperbolehkan. Bahkan jika perdebatan itu dilakukan untuk menunjukkan kehebatan diri, perkara itu malah menjadi bukti akan lemahnya iman dan sedikitnya pengetahuan.

Jadi, boleh juga dengan perdebatan ini, tali ukhuwah akan terurai dan hilang. Sebab masing-masing merasa lebih lebih kuat hujjahnya dibanding yang lain.

7. Berbisik-Bisik ( Pembicaraan Rahsia )

Berbisik-bisik adalah merupakan perkara yang remeh tetapi mempunyai pengaruh yang dalam bagi orang yang berfikiran ingin membina ikatan persaudaraan.

Allah SWT berfirman; " Sesungguhnya perbuatan berbisik ( dengan kejahatan ) itu adalah dari ( hasutan ) Syaitan, untuk menjadikan orang-orang yang beriman berdukacita; sedang bisikan itu tidak akan dapat membahayakan mereka sedikitpun melainkan dengan izin Allah; dan kepada Allah jualah hendaknya orang-orang yang beriman berserah diri. " Q.S Al-Mujaadalah : 10

Rasulullah bersabda; " Jika kalian bertiga, maka janganlah dua orang di antaranya berbisik-bisik tanpa mengajak orang yang ketiga kerana itu akan dapat menyebabkannya bersedih. " HR Bukhari dan Muslim

Para ulama berkata, " Syaitan akan membisikkan kepadanya dan berkata, ' Mereka itu membicarakanmu'." Maka dari itu para ulama mensyaratkan agar meminta izin terlebih dahulu jika ingin berbisik-bisik ( berbicara rahsia ).


Posted at 6/11/2007 by Teratak Kasih Kekasih

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry